Selasa, 04 Juni 2019

Khutbah Idul Fitri 1440 H


KHUTBAH IDUL FITRI 1440 H
Oleh : Imam Mukozali, S.Ag., MM
“Prestasi Ramadhan dan “Mudik”
ke Kampung yang abadi”
Penyuluh Agama Islam Kab. Sidoarjo
Di Masjid Baitussalam
Larangan Mega Asri

Allaahu Akbar 3 x
Laa Ilaaha Illaallaahu Allaahu Akbar
Allaahu Akbar Walillaahilhamd
Kaum Muslimin / Muslimat yang berbahagia!

Segala puji syukur kita haturkan dari lubuk hati yang paling dalam kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunia – Nya semata, kita semua dapat berkumpul di hari yang penuh dengan kegembiraan, penuh dengan barokah, hari yang penuh dengan kemenangan dan ampunan Allah SWT, yaitu di hari raya Idul Fitri 1440 H.
Pagi ini kita berkumpul lagi di halaman Masjid atas kebesaran Allah Rabbul ‘Aalamiin. Di masjid ini, baru saja kita kumandangkan puji dan sanjung kita untuk Dia Yang Maha Kasih dan Maha Sayang. Kita getarkan lidah kita dengan asma’-Nya yang suci dan kita syukuri nikmat-Nya. Saat ini pula kita teteskan air mata di pipi kita untuk memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang selalu kita banggakan. Di bawah naungan langit-Nya yang luas, kita lakukan ruku’ dan sujud kepada-Nya. Di atas sajadah panjang kita rebahkan tubuh kita, kita ratakan dahi kita, tersungkur di hadapan Allah yang Maha Agung.

Allaahu Akbar 3x
Laa Ilaaha Illaallaahu Allaahu Akbar
Allaahu Akbar Walillaahilhamd
Kaum Muslimin / Muslimat yang berbahagia!

Marilah kita lihat ke kiri dan ke kanan kita. Marilah kita lihat orang-orang yang kita cintai adakah diantara mereka yang tidak dapat bergabung bersama kita di tempat ini? Adakah diantara mereka yang sudah meninggalkan kita kembali kepada Allah Yang Maha Kuasa? Kemanakah ayah dan Ibu yang tahun lalu menyambut uluran tangan kita dengan tetesan air mata kasih sayang? Kemanakah kakak atau adik kita yang pada Lebaran lalu berbagi kebahagiaan bersama kita? Kemanakah tetangga atau sahabat dekat yang dahulu pernah memeluk kita dan mengucapkan selamat “Idul Fithri”? Ternyata semuanya tidak ada di sekitar kita. Mereka sudah mendahului kita ke alam baka. Mereka telah dahulu “mudik” ke kampung yang abadi. Tahun ini mereka telah meninggalkan kita. Tahun depan boleh jadi kita yang akan memperoleh giliran meninggalkan keluarga, karib kerabat dan sahabat-sahabat kita. Hari ini kita menangisi mereka. Esok lusa mungkin kita yang akan ditangisi saudara-saudara kita. Setiap saat malaikat maut mengepakkan sayapnya di atas kepala kita. Allah berfirman:
  
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS. Al-Juma’ah/  62: 8).

Allaahu Akbar 3x
Laa Ilaaha Illaallaahu Allaahu Akbar
Allaahu Akbar Walillaahilhamd
Kaum Muslimin / Muslimat yang berbahagia!

Dalam beberapa hari ini, saudara-saudara kita mudik ke kampung halaman mereka yang sementara, menemui orang-orang yang mereka sayangi, dengan membawa beban berat untuk diberikan kepada mereka. Mereka berangkat dengan suka rela, menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan dengan suka cita. Kita juga harus ingat, suatu saat kita juga akan mudik ke kampung halaman yang abadi, menemui Allah yang kita cintai, mungkin saja kita membawa beban dosa di atas punggung kita untuk diadili di atas timbangan keadilan Allah. Boleh jadi pada saat maut menjemput, kita harus pergi dengan terpaksa. Kita akan menempuh perjalanan panjang dan amat mengerikan.
Pada waktu mudik yang sebenarnya nanti, bagaimanakah persiapan kita? Al-Qur’an melukiskan perilaku kita pada saat mudik nanti. Kita akan masuk dalam salah satu dari dua golongan yang dilukiskan al-Qur’an itu.

Pertama apakah kita termasuk wujuuhun khaasyi’ah (wajah-wajah yang ketakutan), kedua apakah kita termasuk wujuuhun naa’imah (wajah-wajah yang ceria gembira). Namun jika kita melihat amalan-amalan kita, mungkin saja kita akan terkejut. Kita mungkin lebih dekat dengan wajah-wajah yang ketakutan dari pada wajah yang ceria. Bukankah kita sangat lalai dalam menjalankan ibadah kepada Allah? Bukankah di kesunyian malam, ketika Allah Yang Maha Rahman dan Rahim menanti kita untuk menemuinya, kita tertidur lelap seperti bangkai? Bukankah ketika berpuasa, lidah kita tetap saja menggunjing membicarakan orang lain dan bahkan memfitnah saudara-saudara kita sesama Muslim? Bukankah kita selalu menggunakan tangan kita untuk mendzalimi saudara-saudara kita?
Satu hal yang lebih mengerikan, kita sanggup bergembira di atas penderitaan orang lain. Kita tertawa bangga jika berhasil menghasut teman-teman kita untuk turut serta menyakiti orang yang kita benci. Dalam kondisi demikian, bagaimana mungkin kita akan memperoleh wajah yang ceria gembira kalau diri kita berlumuran dosa?

Allaahu Akbar 3x
Laa Ilaaha Illaallaahu Allaahu Akbar
Allaahu Akbar Walillaahilhamd
Kaum Muslimin / Muslimat yang dimulyakan Alloh.

Ramadhan memang sudah meninggalkan kita, namun nilai nilai Ramadhan atau prestasi Ramadhan harus tetap berada di dada kita masing-masing.
Ada 4 nilai taqwa yang harus kita cermati dan menjadi perilaku kita, sebagaimana tanda-tanda orang yang puasanya diterima oleh Alloh SWT dijelaskan dalam Surat Ali Imran Ayat 134 :


"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Pertama, orang yang diterima puasanya itu senantiasa menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT. Dalam Bulan Ramadhan kita senantiasa membelajakan harta kita untuk kepentingan agamanya Alloh SWT. Mulai zakat , infaq dan shodaqoh yang kita keluarkan itulah harta kita yang sebenarnya. Dalam keadaan bagaimanapun, baik pada kondisi kita mempunyai harta benda (berada/kaya) dan  dalam kesulitan harta benda (miskin). Alloh sangat memuliakan kepada orang yang mengeluarkan hartanya dijalan Alloh apalagi dalam kondisi tidak punya/miskin masih mau menyisihkan hartanya untuk diinfaqkan. Seberapapun rezeki yang diberikan oleh Allah harus disyukuri dan disisihkan untuk saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. Oleh karena itu kepedulian, rasa simpati dan jiwa sosial harus berada dalam diri kita. Sebuah  kisah yang menjadi hikmah bagi kita.
Suatu hari, sepeninggal Rasulullah SAW, Abu Hurairah r.a. beri’tikaf di masjid Nabawi. Ia tertarik ketika mengetahui ada seseorang di masjid yang sama, duduk bersedih di pojok masjid. Abu Hurairah pun menghampirinya. Menanyakan ada apa gerangan hingga ia tampak bersedih. Setelah mengetahui masalah yang menimpa orang itu, Abu Hurairah pun segera menawarkan bantuan.

”Mari keluar bersamaku wahai saudara, aku akan memenuhi keperluanmu,” ajak Abu Hurairah. "Apakah kau akan meninggalkan i'tikaf demi menolongku?" tanya orang tersebut terkejut. ”Ya. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sungguh berjalannya seseorang diantara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, lebih baik baginya daripada i'tikaf di masjidku ini selama sebulan’”
Sabda Rasulullah SAW itu diriwayatkan oleh Thabrani & Ibnu Asakir. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah.

Kelihatannya, memberikan manfaat kepada orang lain, membantu dan menolong sesama itu membuat waktu kita tersita, harta kita berkurang, tenaga dan pikiran kita terporsir. Namun sesungguhnya, saat kita memberikan manfaat kepada orang lain, pada hakikatnya kita sedang menanam kebaikan untuk diri kita sendiri. Jika kita menolong orang lain, Allah akan menolong kita.

Allah SWT berfirman:

÷bÎ) óOçFY|¡ômr& óOçFY|¡ômr& ö/ä3Å¡àÿRL{ ( ÷bÎ)ur öNè?ù'yr& $ygn=sù 4
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,   (QS. (17) al Isro’ :7)
Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. (Muttafaq 'alaih)

Jika kita menolong dan membantu sesama, pertolongan dari Allah bukan sekedar di dunia, tetapi juga di akhirat. Jika kita memberikan manfaat kepada orang lain, Allah memudahkan kita bukan hanya dalam urusan dunia, tetapi juga pada hari kiamat kelak.
Hadits Nabi Muhammad Rasulullah SAW :

Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan2 dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat (HR. Muslim)
Orang yang diterima puasanya sepeningal Ramadhan menjadi orang yang dermawan dan loman terhadap sesama.





Allaahu Akbar 3x
Laa Ilaaha Illaallaahu Allaahu Akbar
Allaahu Akbar Walillaahilhamd
Kaum Muslimin / Muslimat yang berbahagia!
Yang kedua, ciri orang yang diterima puasanya itu selalu menahan amarahnya (emosionalnya). Puasa Ramadhan membentuk sifat sabar dan selalu bisa mengendalikan diri saat kita menjumpai kondisi yang membuat marah. Pengendalian diri itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar mendapat rahmat dari Alloh SWT. Diluar Ramadhan pengendalian diri itu juga menjadi prioritas untuk terbentuknya jiwa yang baik dan kuat.
Apabila ‘Umar Radhiyallahu anhu berkhutbah, ia berkata dalam khutbahnya:
أَفْلَحَ مِنْكُمْ مَنْ حُفِظَ مِنَ الطَّمَعِ، وَالْهَوَى، وَالْغَضَبِ
“Orang yang beruntung di antara kalian adalah orang yang terjaga dari ketamakan, hawa nafsu dan amarah.”

Kita menyadari betul bahwa saat ini masyarakat kita cepat sekali mengumbar amarah. Sedikit saja kena sulut dan provokasi yang dilakukan adalah kekerasan, misalnya pertengkaran, perkelaian, permusuhan, pengrusakan dan sebagainya. Hal ini terlihat benar bahwa keimanan dan kesabaran serta jiwa kekeluargaan masyarakat kita mulai nipis bahkan hilang. Kita hampir tidak melihat lagi masyarakat kita yang santun dan hidup rukun diantara satu dengan yang lain.
Nilai moral masyarakat dan generasi muda kita mulai hilang dari dadanya. Sikap ramah dan kekeluargaan mulai hilang. Dengan Ramadhan tahun ini kita kembalikan nilai-nilai  itu sehingga kita akan hidup berdampingan dengan penuh keharmonisan dan kekeluargaan.
Orang yang diterima puasanya sepeningal Ramadhan menjadi orang yang selalu sabar dengan menahan amarahnya kepada orang lain.

Yang ketiga, ciri orang yang diterima puasanya itu dirinya akan selalu memaafkan kesalahan orang lain. Dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat tentunya selalu bersinggungan dengan orang lain baik ucapan maupun tingkah laku. Oleh karena itu kesalahan tentu terjadi diantara kita. Sehingga puasa Ramadhan membentuk seorang muslim untuk selalu berjiwa besar dan berlapang dada, mau meminta maaf dan mau memaafkan kesalahan orang lain. Jadi kesempatan inilah waktu yang tepat untuk mengutarakan kesalahan dan meminta maaf atas kesalahan yang kita perbuat dengan sengaja atau tidak. Akhlaq kita yang terbaik adalah kita lupa tatkala kita melakukan kebaikan kepada orang lain, dan kita lupa tatkala orang lain membuat kesalahan kepada kita.
Kebiasaan yang kita lakukan setelah sholat Hari Raya Idul Fitri adalah saling memaafkan antara suami istri, antara anak dan orang tua, antara tetangga, antara juragan dan karyawan dll. Sang anak sujud kepada kedua orang tuanya, ” Wahai Ibu Bapak maafkan segala kesalahan anakmu ini, yang selama ini belum bisa membahagiakan ibu dan bapak Orang tua menjawab ” ya nak sama-sama semoga anakku menjadi anak yang sholeh dan sholihah, senantiasa berhasil apa yang menjadi cita-citamu sambil mengusap kepala sang anak, air matapun bercucuran dari mata anak dan orang tuanya. Itulah suasana yang mengharukan saat saling memaafkan. Oleh karena itu nuansa fitri walaupun jauh, tetap saja sang anak ini akan bersimpuh duduk dibawah pangkuan orang tua.
Orang yang diterima puasanya sepeningal Ramadhan menjadi orang yang pemaaf setiap ada kesalahan orang lain.


Allaahu Akbar 3x
Laa Ilaaha Illaallaahu Allaahu Akbar
Allaahu Akbar Walillaahilhamd
Kaum Muslimin / Muslimat yang berbahagia!

Yang keempat, ciri orang yang diterima puasanya itu adalah selalu berbuat kebaikan kepada sesama makhluq Alloh SWT. Baik kepada manusia, hewan ,tumbuhan dan alam semesta. Orang yang senantiasa berbuat kebaikan kepada sesama maka Alloh akan menurunkan Rahmatnya kepada mereka. Sebagaimana Alloh berfirman :
إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
  “Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS.Al-A’raf:56)
Kuncinya adalah berbuat kebajikan kepada siapa saja. Dalam Yunus 58 Alloh juga berfirman :
قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
“Katakanlah, ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)
Orang yang diterima puasanya sepeningal Ramadhan menjadi orang yang selalu berbuat kebajikan.

Allaahu Akbar 3x
Laa Ilaaha Illaallaahu Allaahu Akbar
Allaahu Akbar Walillaahilhamd
Ma'asyirul Muslimin Rahimakumullah...

Yang tidak kalah pentingnya bagi kita saat Idul Fitri seperti ini adalah rasa persaudaraan satu dengan yang lain, rasa persatuan satu dengan yang lain, saling toleransi, saling menghormati,  sampai-sampai Allah SWT berfirman:



"Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. " (QS. Al-Hujurat: 10)

Maka, kita pupuk terus persaudaraan itu, ikat ketatlah tali silaturrahmi sesama kita agar jiwa kerjasama tumbuh dengan subur, hormat menghormati satu sama lainnya lebih terasa, cinta-mencintai tambah kentara, tolong-menolong umpama jari, bantu-membantu setiap hari, benci dan dengki kita jauhi, dendam kesumat apalagi, tentu segera kita buang,supaya kita tetap menjadi orang yang beriman, Muslim sejati yang selalu taat pada Ilahi.
Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan hidayah serta barokah : oleh karena itu prestasi Ramadahan harus tetap kita lakukan walaupun Ramadhan telah meninggalkan kita.
-  Biasanya kita di bulan Ramadhan mudah shodaqoh tentunya di bulan lain juga harus tetep mudah shodaqoh.
-  Biasanya kita di bulan Ramadhan Mudah ibadah, baik sholat maupun membaca al Qur’an di bulan lain juga harus tetep mudah ibadah.
-  Biasanya kita di bulan Ramadhan mudah sabar dan penuh pengertian di bulan lain juga harus tetep sabar dan pengertian kepada sesama.
-  Biasanya kita di bulan Ramadhan mudah untuk cinta kasih terhadap sesama di bulan lain juga harus tetep cinta kasih pada sesama.
-       Biasanya kita di bulan Ramadhan mudah untuk peduli dengan sesama dan lingkunganya di bulan lain juga harus tetep peduli terhadap lingkungan.
-       Dll.
Jangan sampai yang baik di bulan Ramadhan akan hilang saat ramadhan meninggalkan kita.

Allaahu Akbar 3x
Ma'asyirul Muslimin Rahimakumullah...
Semoga Alloh SWT menerima, puasa kita, zakat kita, tarawih kita, tadarus kita, shodaqoh kita, silaturrahim kita, sehingga dihari yang fitri ini kita akan kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Dan semoga kita diberikan umur yang panjang sehingga kita bisa dipertemukan oleh Alloh pada Ramadhan yang akan datang, amin ya rabbal ‘alamin…









Kamis, 07 Februari 2019

Berdagang Yang Tidak Akan Merugi


Berdagang Yang Tidak Akan Merugi
Oleh : Imam Mukozali, S.Ag.,MM
Penyuluh Agama Islam Fungsional Kemenag Sidoarjo

Kita semua sepakat bahwa hidup di dunia ini, kita tidak mau rugi. Kalau kita berdagang atau berbisnis, sebisa mungkin kerugian di hindari dan keuntungan yang didapat adalah sebesar-besar nya. Tahukah kita, bahwa sebenar nya prinsip berdagang yang tidak akan rugi ada dalam islam?. Pernahkah terbersit dalam benak kita, sebenar nya kita hidup ini sebenarnya sedang melakukan perdagangan dengan Alloh? Mari kita baca ayat-ayat Alquran berikut
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. ash-Shaff: 10-12).
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ. لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
Sesungguhnya, orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (al-Qur’an), mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dengan diam-diam maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 30).
Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata, “(Inilah) perniagaan yang tidak akan merugi dan binasa, bahkan (inilah) perniagaan yang paling agung, paling tinggi dan paling utama, (yaitu) perniagaan (untuk mencari) ridha Allah, meraih balasan pahala-Nya yang besar, serta keselamatan dari kemurkaan dan sisaan-Nya. Ini mereka (raih) dengan mengikhlaskan (niat mereka) dalam mengerjakan amal-amal (shalih) serta tidak mengharapkan tujuan-tujuan yang buruk dan rusak sedikitpun.” (Kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan, hal. 689).
Kalau kita berdagang, berarti ada barang yang di dagangkan. “barang dagangan” yang  Alloh tawarkan kepada kita adalah syurga Nya dan kita bisa membeli nya dengan iman dan amal-amal shalih yang kita lakukan.
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Sesungguhnya, Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga (sebagai balasan) untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. at-Taubah: 111)
Salah satu cara berdagang yang baik adalah dengan menjaga modal agar modal tidak berkurang atau habis. Bagi setiap muslim, modal berdagang dengan Alloh adalah dengan iman dan ilmu.  Beberapa hal lagi yang harus diwaspadai agar kita tidak merugi dalam berdagang dengan Alloh adalah minum khamr dan ghibah. Minum khamr bisa menyebabkan ibadah tidak diterima selama 40 hari, ghibah bisa menyebabkan orang tersebut muflis (bangkrut).
Rasulullah SAW bersabda: Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang pada hari kiamat nanti datang membawa pahala shalat, zakat dan puasa, namun di samping itu ia membawa dosa mencela, memaki, menuduh zina, memakan harta dengan cara yang tidak benar, menumpahkan darah, dan memukul orang lain.” (HR.Muslim)
Dalam berdagang. Seorang muslim harus bisa memanfaatkan modal yang sedikit/ringan tapi menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Saya punya pertanyaan, apakah di dunia ada yang bisa membeli mercy dengan harga 100 rupiah? Atau membeli pohon kelapa sawit dengan 25 rupiah? Saya yakin di dunia tidak ada perdagangan yang seperti ini. Tapi hal tersebut ada jika kita berdagang dengan Alloh. Mari kita perhatikan
Bacaan subhanalloh sebanding dengan pohon kurma. Diriwayatkan oleh at-Turmudzi bahwa Rasulullah saw bersabda, Barangsiapa mengucapkan subhanallah wa bihamdihi maka akan ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga.
satu ayat yang dibaca seorang mukmin lebih berharga dari seekor unta gemuk dan hamil. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim Rasul bersabda “Inginkah salah seorang di antara kalian yang kembali ke keluarganya membawa tiga ekor unta yang sedang hamil dan gemuk-gemuk? Kami berkata: Ya, maka beliau bersabda: tiga ayat yang kalian baca dalam shalat kalian itu lebih baik dari tiga ekor unta hamil yang gemuk”.
Mengajak kepada kebaikan lebih baik dari onta merah (onta merah pada saat itu seharga mercy). Dalam hadits yang diriwayatkan imam Muslim, Rasul bersabda “Demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui perantara kamu maka (ganjarannya) lebih baik bagi kalian daripada kalian mendapatkan seekor onta merah)“ 
Tasbih dan satu ayat yang kita baca tidak lebih mahal dari 25 rupiah atau seratus rupiah. Membaca Al qur’an, tasbih, mengajak kebaikan, menuntut ilmu adalah modal/ibadah yang ringan tapi menghasilkan hasil yang luar biasa di akhirat. Jadi pertanyaan besar bagi kita (terutama saya) Apa yang menghalangi muslim untuk membaca Al Qur’an ketika bekerja? Atau mendengar Al Quran ketika menyetir? Atau membaca tasbih ketika berjalan? Atau mengajak teman ke majelis ta’lim? betapa sering amalan ringan yang berpahala besar ini kita lewatkan..
Sebentar lagi bulan ramadlan, bulan dimana Alloh mengobral dagangan nya. Alloh menghargai mahal ibadah-ibadah yang dilakukan hambanya. Alloh melipatgandakan pahala, membuka lebar-lebar pintu syurga dan menutup pintu neraka. Mungkin kita belum bisa mengamalkan amalan-amalan yang berat sewaktu ramadhan seperti qiyamul lail, khatam Al Quran, Infaq dan Sedekah, dsb. Tetapi setelah mengetahui hadits-hadits amalan ringan yang berpahala besar ini, maka tidak ada alasan lagi kita tidak memperoleh keuntungan maksimum selama ramadhan nanti.
Kesimpulan :
Keuntungan berdagang dengan Alloh tidak seperti keuntungan kita berdagang di dunia. Keuntungan didunia berwujud dan bisa langsung kita rasakan. Tetapi Keuntungan akhirat tidak berwujud langsung di dunia dan hanya bisa dirasakan oleh mereka yang beriman dan percaya terhadap adanya akhirat kelak.

Sabtu, 02 Februari 2019

Syari’at Wudlu dan Manfaatnya


Syari’at Wudlu dan Manfaatnya
Oleh : Imam Mukozali,
Penyuluh Agama Islam Kab. Sidoarjo

DALIL DISYARIATKANNYA WUDHU DARI Al-QUR’AN
Wudhu adalah perkara yang disyariatkan dalam Islam. Seseorang yang hendak shalat hendaklah ia berwudhu terlebih dahulu, arena shalatnya tidak akan Allah ta’ala terima, kecuali setelah ia berwudhu. Tentang disyari’atkan dan diwajibkannnya ibadah wudhu ini, maka Allah ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka cucilah muka-muka kalian dan tangan-tangan kalian sampai ke siku, usaplah kepalamu dan cucilah kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki[QS. Al Maidah: 6]
Syeikh Shalih al Fauzan hafidzahullah berkata: “Ayat yang mulia ini mewajibkan wudhu ketika hendak shalat. Juga menjelaskan tentang anggota badan yang wajib dicuci atau diusap ketika berwudhu. Namun Ayat ini membicarakan tentang anggota badan wudhu dengan sangat terbatas. Kemudian Nabi lah yang menjelaskan dengan sangat gamlang tata cara wudhu dengan ucapan ddan perbuatan beliau” [Al Mulakhash Al-Fiqhiy: 1/40]
DALIL DISYARI’ATKAN WUDHU DARI HADITS
Pertama
Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأ

Tidak akan diterima shalat seorang diantara kalian jika ia berhadats hingga dia berwudhu[Muttafaqun alaihi, Bukhari (135), Muslim (225)]
Jadi ketika seseorang berhadats, kemudian hendak melaksanakan sholat, maka shalatnya tidak akan diterima sampai dia melakukan wudhu.
Kedua
Hadits dari Abdullah bin Umar Dia berkata Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

Tidak akan diterima shalat tanpa bersuci dan shadaqah yang didapatkan dari kecurangan[HR. Muslim (224)]
Hadits ini mirip dengan hadits yang kita sebutkan diatas, yaitu bagi orang yang hendak shalat, maka disyaratkan baginya untuk bersuci. Dan bersuci yang dimaksudkan di sini adalah berwudhu atau mandi bagi yang berhadas besar
Ketiga
Hadits dari Abdullah Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
إِنَّمَا أُمِرْتُ بِالْوُضُوءِ إِذَا قُمْتُ إِلَى الصَّلَاة

Hanyasanya aku diperintah untuk berwudhu apabila hendak melakukan shalat[HR. Abu Dawud (3760), Tirmidzi (1848)]
Ini juga hadis yang menunjukkan bahwa bersuci adalah syarat diterimanya shalat. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diperintahkan untuk berwudhu ketika hendak melaksanakan sholat. Karena shalat tanpa berwudhu, maka akan sia-sia dan tidak diterima
Keempat
Dari Abu Sa’id radhiyallahu Anhu Dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda،
مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيم
Kunci shalat adalah bersuci, pengharamannya adalah takbir, penutupnya adalah salam[HR. Abu Dawud (60), Tirmidzi (3), Ibnu Majah (275), dan yang lainnya. Syeikh Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahihul Jami’ (5761)]
Demikianlah empat dalil dari Hadits atau sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkenaan dengan wajibnya berwudhu bagi orang yang hendak melaksanakan shalat.

Mengapa wudhu itu menyehatkan. Berikut mari kita lihat lebih banyak dan detil lagi manfaat air wudhu bagi kesehatan dan kecantikan wajah.

MANFAAT AIR WUDHU BAGI KESEHATAN

  1. Membersihkan Tangan Kita. Kuman yang berada di sekeliling kita tanpa kita sadari sering menempel pada tangan kita. Karena banyak sekali aktifitas yang kita lakukan sehari-hari menggunakan fungsi tangan kita. Oleh karenanya dengan sering berwudhu berarti otomatis kita selalu mencuci tangan kita dan menjaga kita dari serangan kuman yang berbahaya bagi tubuh kita dan kesehatan kita.
  2. Mengurangi Sakit Kepala. Pada umumnya sakit kepala bisa disebabkan oleh stress atau tekanan psikologi dan panas matahari yang menerpa kepala kita. Oleh karenanya membasuh sebagian kepala saat berwudhu merupakan terapi untuk memberikan rasa segar pada otak kita sekaligus memberikan efek pemijatan pada kulit kepala. Maka dengan melakukan proses pembasuhan kepala ketika berwudhu dapat mengurangi rasa sakit kepala yang timbul.
  3. Mencegah sakit gigi dan gusi. Mulut yang selalu bersih dan bebas kuman akan mencegah kita dari serangan penyakit gigi dan gusi. Berkumur ketika berwudhu memberikan manfaat untuk membuang semua kotoran dan kuman penyebab penyakit gigi dan gusi dalam mulut. Dengan berkumur proses pembersihan sisa-sisa kuman dalam mulut akan lebih sempurna karena air dapat menembus sela-sela gigi dan gusi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi.
  4. Terhindar dari penyakit kulit. Proses saat berwudhu terdiri dari mencuci sebagian besar anggota tubuh seperti wajah, tangan dan kaki, serta sela-sela kuping. Berbagai penyaki kulit seperti panu, kadas, atau pun kurap, akan dapat dicegah dengan senantiasa menjaga kebersihan kulit.
  5. Menjaga kesehatan hidung. Hidung rentan sekali terdapat kotoran, karena di dalam hidung terdapat bulu untuk menyaring kotoran ketika kita bernapas, agar kotoran itu tidak ikut masuk ke dalam paru paru. Dengan mencuci hidung ketika berwudhu berati membuang semua kotoran yang menempel di dalam hidung anda, sehingga hidung anda akan tetap sehat dan bebas dari kotoran.
  6. Mencerahkan mata kita. Saat kita mencuci wajah dalam berwudhu, sudah pasti mata kita juga akan terkena air wudhu, ini sangat baik bagi kesehatan mata anda. air yang menerpa mata akan membuat mata anda rileks dan segar, sehingga mata anda akan kembali cerah setelah lelah bekerja.
  7. Menyembuhkan insomnia. Anda kerap mengalami susah tidur? Yap, insomnia memang banyak menyerang para remaja. Padahal menurut kesehatan, tidur terlalu malam, bahkan pagi atau tidak tidur sekalipun mampu merusak organ anda secara otomatis. Maka kebiasaan insomnia memang sebaiknya di hilangkan. Caranya? Cukup ambil air wudhu sebelum tidur.
  8. Menormalkan detak jantung. Salah satu kegiatan wudhu yang sangat memiliki khasiat mumpuni adalah ketika anda membasahi anggota tubuh ke air. Hal ini mampu membuat kenormalan jantung untuk berdetak lebih stabil. Hasil ini bahkan sudah di teliti oleh Dokter Ahmad Syauqy yang expert di bidang penyakit dalam dan penyakit jantung di London.
  9. Bentuk dan upaya menstimulus syaraf pusat. Menurut penelitian yang di lakukan oleh Prof. Leopold Warner Von Ehrenfels, beliau adalah psikiater sekaligus ahli di bidan neurology dari Austria mengakui sesuatu yang istimewa ketika seseorang berwudlu. Pusat syaraf manusia yang paling peka adalah pada bagian tangan, kaki serta sebelah dahi. Ketiga bagian ini bisa di katakana sangat sensitif dengan keberadaan air segar. Sehingga ketika anda membasuh ketiga bagian tersebut, secara tidak langsung anda membangunkan dan menstimulus syaraf pusat.
  10. Bebas dari kuman jahat. Kuman jahat mampu tumbuh dan berkembang dimana saja. Bahkan di setiap gagang pintu anda, di atas sprei, maupun di tempat nonton televisi anda merupakan tempat perkembangan kuman yang baik. Oleh sebab itu, anda di haruskan untuk selalu dalam keadaan bersih. Apalagi ketika tidur. Salah satu solusinya adalah dengan wudlu sebelum tidur. Penelitian terakhir menyebutkan bahwa wudlu mampu mengurangi kuman kuman yang hidup dalam tubuh anda.
  11. Merilekskan otot sebelum tidur. Ketika siang hari, pasti aktivitas yang anda lakukan sangat banyak. Untuk itu perlu dilakukan untuk merilekskan otot. Manfaat wudhu sebelum tidur adalah salah satu cara untuk merilekskan otot yang kaku setelah seharian bekerja keras. Bahkan secara psikologis, seseorang yang telah melakukan wudhu akan nampak lebih rileks. Serta badan anda akan terasa segar kembali.

MANFAAT AIR WUDHU UNTUK KECANTIKAN

  1. Mencegah timbulnya jerawat. Wudhu berarti membersihkan, artinya setiap kita mencuci wajah kita, maka kotoran dan debu yang menempel pada wajah akan hilang terbuang oleh air wudhu. Bayangkan dalam satu hari kita melakukan setidaknya 5 kali wudhu itu berarti setidak nya 5 kali kita mencuci wajah kita dengan air wudhu dan kotoran penyebab jerawat yang menempel di wajah tidak diberikan kesempatan untuk berlama lama menempel di wajah anda, hal ini akan menghilangkan terjadinya penyebab jerawat di wajah anda.
  2. Membuat kulit wajah tetap lembab. Manfaat wudhu berikutnya yaitu wudhu melembap kan kulit wajah, karena setiap kita membasahi wajah kita dengan air wudhu, wajah kita akan tetap lembap dan akan membuat wajah kita tetap segar dan bersinar.
  3. Membuat awet muda. Mencuci wajah dalam berwudhu akan menjaga kulit wajah kita tetap lembap dan sehat, juga dapat membuang kotoran dan debu yang menempel, artinya wajah kita akan selalu bersih bercahaya dan ini membuat kulit wajah anda sehat sehingga anda akan terlihat awet muda dengan berwudhu. Mudah bukan ?? untuk apa kita mengeluarkan biaya yang mahal dengan pergi ke salon untuk mendapatkan wajah yang awet muda, sedangkan ada cara yang tidak mengeluarkan biaya dan juga sangat mudah yaitu, berwudhu. Baca juga: Cara menghilangkan jerawat dan bekas jerawat secara alami dan cepat Cara membersihkan wajah kusam secara alami dan benar Cara menghilangkan minyak di wajah secara permanen terbukti Cara memutihkan kulit wajah,tangan,ketiak & selangkangan secara alami
  4. Memancarkan innerbeauty. Manfaat wudhu yang terakhir yaitu, dengan berwudhu akan memancarkan kecantikan dari dalam atau innerbeauty, mengapa karena berbagai efek positif wudhu akan menunjukkan kecantikan alami seseorang, walaupun tanpa riasan make up tebal.

MANFAAT WUDHU SEBELUM TIDUR BAGI JIWA KITA

Nabi besar kita Muhammad SAW selalu berwudhu sebelum tidur. Sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi, al Bara’ bin Azib RA, beliau menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda kepada dirinya :
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (HR. Bukahri dan Muslim)
Sunnah Rasul yang merupakan kebiasaan baik ini tentu memberikan pengaruh baik untuk yang melakukannya. Menurut ilmu medis, ternyata juga sangat baik untuk kesehatan. Penelitian terakhir dari Universitas Alexsandria, Dr. Musthafa Syahatah, seorang dekan fakultas THT menegaskan bahwa orang yang melakukan wudhu sebelum tidur memiliki kuman lebih sedikit dari pada orang yang tidak melakukan wudhu.
Berikut beberapa manfaat berwudhu sebelum tidur bagi seorang muslim diantaranya :
  • Semakin mendekatkan diri pada Illahi. Berwudlu meeupakan salah satu bentuk ibadah tinggi. Sebab dengan wudlu kita senantiasa menjaga kebersihan diri. Sedangkan Allah menyayangi dan menyukai kebersihan.
  • Di doakan oleh malaikat. Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Hibban menyebutkan bahwa seseorang yang berwudhu, ketika bangun ia akan di doakan malaikat. Simak berikut haditsnya :
Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”.(HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)
  • Ketika mati, maka akan di anggap mati syahid. Dalam suatu kitab yang di tulis oleh Syekh Muhammad bin Umar An Nawawi Al Mantany dalam bukunya Tanqih al Qand al Hatsis menyebutkan bahwa seseorang yang berwudhu sebelum tidur mendapatkan manfaat. Yakni ketika ia meninggal maka dianggap mati syahid.
Dari Umar bin Harits bahwa Nabi bersabda : ”Barangsiapa tidur dalam keadaan berwudhu ,maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi allah”

Intinya adalah seseorang yang tidur dalam keadaan suci, berwudhu, maka ia akan memperoleh posisi tinggi di sisi Allah. Masya Allah….
Demikianlah uraian tentang manfaat air wudhu bagi kesehatan dan kecantikan wajah. Semoga kita senantiasa selalu bersemangat untuk menjaga wudhu kita setiap saat agar termasuk dalam golongan orang-orang yang memperoleh posisi tinggi di sisi Allah SWT … Aamiin